Sebagai bagian dari upaya untuk menjaga kelangsungan usaha, Perseroan telah mengimplementasikan sistem manajemen risiko yang terintegrasi, yang mencakup identifikasi, penilaian, pengendalian, dan pemantauan terhadap berbagai risiko yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan bisnis. Sistem ini bertujuan untuk memitigasi dampak negatif dari risiko serta mendukung pencapaian kinerja yang optimal dengan menimbang risiko secara menyeluruh, termasuk risiko strategis, operasional, keuangan, serta risiko lingkungan dan sosial.

Jenis-Jenis Risiko dan Cara Pengelolaannya
Perseroan menghadapi berbagai jenis risiko yang dapat mempengaruhi operasional dan pencapaian tujuan bisnis. Berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis risiko utama yang dihadapi serta cara pengelolaannya:

Risiko Keuangan
Risiko keuangan mencakup fluktuasi nilai tukar, suku bunga, risiko kredit, dan likuiditas. Untuk mengelola risiko ini, Perseroan menerapkan strategi yang hati-hati dalam mengelola arus kas guna memastikan kecukupan dana untuk memenuhi kewajiban keuangan yang jatuh tempo.

Untuk menjaga likuiditas keuangan, Perseroan memastikan bahwa kas yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari serta kewajiban keuangan. Dalam menghadapi risiko nilai tukar, Perseroan melakukan lindung nilai terhadap transaksi internasional, serta memantau risiko suku bunga yang berpotensi mempengaruhi biaya utang.

Risiko Kredit
Risiko kredit adalah potensi kerugian yang timbul apabila mitra bisnis tidak dapat memenuhi kewajibannya. Instrumen keuangan yang berisiko menghadapi risiko kredit antara lain kas dan setara kas, piutang usaha, investasi, serta aset keuangan lainnya.

Untuk memitigasi risiko kredit, Perseroan memilih bank dan institusi keuangan dengan reputasi baik dan melakukan diversifikasi eksposur agar tidak terkonsentrasi pada satu institusi. Kebijakan selektif dalam memilih mitra bisnis dan evaluasi berkala terhadap kondisi keuangan mereka juga menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko kredit.

Risiko Operasional
Risiko operasional timbul akibat kegagalan dalam proses internal, sistem, atau kesalahan manusia. Mengingat tingginya ketergantungan terhadap infrastruktur teknologi yang kompleks, Perseroan rutin memastikan pemeliharaan dan pembaruan sistem untuk menghindari gangguan operasional. Perseroan juga melaksanakan pelatihan dan pengembangan karyawan secara berkelanjutan serta mempersiapkan kebijakan cadangan dan pemulihan bencana guna menjaga kelangsungan operasional saat gangguan tak terduga.

Risiko Pasar
Risiko pasar berkaitan dengan fluktuasi harga dan permintaan yang dapat mempengaruhi daya saing perusahaan. Dalam menghadapi risiko ini, Perseroan terus melakukan riset pasar untuk menjaga relevansi produk serta mendiversifikasi sumber pendapatan agar tidak terlalu bergantung pada satu pasar atau pelanggan. Teknologi terbaru juga dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi produk, serta menjaga daya saing di pasar yang semakin kompetitif.

Risiko Reputasi
Risiko reputasi muncul apabila terjadi peristiwa yang merugikan citra perusahaan di mata publik, pelanggan, atau mitra bisnis. Untuk mengelola risiko ini, Perseroan menjaga komitmen terhadap transparansi dan etika operasional, serta memastikan komunikasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan. Perseroan terus memperkuat komunikasi eksternal dan internal, dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan dan menjaga citra positif melalui platform digital.

Risiko Lingkungan dan Sosial
Risiko lingkungan dan sosial terkait dengan kepatuhan terhadap peraturan lingkungan hidup dan dampak sosial dari aktivitas Perseroan. Untuk mengurangi dampak negatif lingkungan, Perseroan mengadopsi teknologi ramah lingkungan dan efisien energi dalam setiap kegiatan operasional.

Perseroan juga melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan sosial. Program ini dilaksanakan dengan memperhatikan keberagaman dan inklusivitas, serta mendukung inisiatif sosial yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Pada tahun 2024, komitmen keberlanjutan diperkuat dengan fokus pada pengurangan jejak karbon dan peningkatan kualitas hidup melalui berbagai kegiatan sosial.

Tinjauan Atas Efektivitas Sistem

Untuk memastikan efektivitas sistem manajemen risiko dalam mengelola berbagai risiko yang dihadapi, Perseroan melakukan evaluasi berkala terhadap kebijakan, prosedur, dan strategi pengelolaan risiko yang telah diterapkan. Monitoring rutin ini bertujuan untuk menilai efektivitas mitigasi yang diambil, serta mengidentifikasi adanya risiko baru atau perubahan dalam profil risiko Perseroan.

Pemantauan Kinerja dan Kepatuhan
Setiap unit bisnis dan fungsi yang terkait dengan manajemen risiko memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa langkah-langkah mitigasi yang telah ditetapkan dilaksanakan dengan baik.

Peninjauan dan Penyesuaian Strategi Mitigasi
Perseroan secara aktif melakukan peninjauan terhadap efektivitas strategi mitigasi yang diterapkan dalam mengelola berbagai risiko. Hasil pemantauan ini digunakan sebagai dasar untuk melakukan penyesuaian terhadap strategi yang ada, terutama dalam hal kebijakan pengelolaan risiko keuangan, risiko operasional, dan risiko pasar. Penyesuaian ini sangat penting untuk memastikan bahwa Perseroan tetap dapat beradaptasi dengan perubahan kondisi ekonomi, pasar, dan regulasi yang berkembang.

Perseroan berkomitmen untuk terus memperkuat sistem manajemen risiko guna memastikan bahwa risiko yang dihadapi dapat dikelola secara efektif dan efisien, serta mendukung pencapaian rencana bisnis.

Pernyataan Manajemen

Sistem manajemen risiko yang efektif adalah komponen penting dalam memastikan kelangsungan dan kesuksesan operasional perusahaan, serta mendukung prinsip tata kelola yang baik. Dalam upaya untuk mitigasi potensi risiko yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan perusahaan, Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan secara aktif melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap penerapan sistem manajemen risiko yang telah diterapkan.

Kami memastikan bahwa sistem manajemen risiko yang diterapkan mencakup identifikasi, evaluasi, pengendalian, serta pemantauan risiko-risiko yang dapat mempengaruhi Perseroan, baik yang bersifat strategis, operasional, maupun keuangan. Seluruh kebijakan dan prosedur yang diterapkan dalam sistem manajemen risiko ini memberikan keyakinan yang memadai bahwa Perseroan dapat menghadapi tantangan yang ada dengan pendekatan yang sistematis, berintegritas, dan berkelanjutan.

Dengan ini, Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan menyatakan bahwa sistem manajemen risiko telah berfungsi secara efektif dan efisien, serta memadai dalam memastikan tercapainya tujuan operasional, pelaporan yang andal, serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Perseroan juga berkomitmen untuk terus memperbaiki dan mengembangkan sistem manajemen risiko guna mengantisipasi dan mengelola risiko-risiko baru yang mungkin muncul di masa depan.