Tentang MPC

Empowering The Next Generation of Industry-Defining Businesses

Cornerstone Investor for Growth

MPC memiliki ambisi untuk menjadi perusahaan investasi berbagai tahapan yang terdepan dengan mimpi untuk mendukung usaha-usaha yang inovatif.

Dengan pengalaman kami dalam membangun, memajukan, dan berinvestasi dalam perusahaan yang memiliki pertumbuhan tinggi, kami bertujuan untuk memberikan dukungan strategis dan arahan untuk para pengusaha untuk menghasilkan dampak yang besar dan bertahan lama, yang nantinya akan mendefinisikan industri di masa depan.

MPC (PT Multipolar Tbk) adalah perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX: MLPL).

Pendanaan
Tahapan Awal
Pendanaan Tahap Perkembangan
& Lanjutan
Mitra Pilihan untuk
Perusahaan Teknologi Global
Transformasi Digital
dari Perusahaan Portofolio
Orang-orang MPC

Manajemen MPC

Adrian Suherman

Presiden Direktur
Adrian Suherman
Presiden Direktur

Adrian Suherman, 52 tahun, merupakan warga negara Indonesia dan berdomisili di Jakarta. Pengangkatan pertamanya sebagai Presiden Direktur tercatat dalam Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan No. 68 tanggal 12 Juni 2020, dengan pengangkatan terakhir tercatat dalam Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan No. 37 tanggal 13 Mei 2024.

Selain sebagai Presiden Direktur Perseroan, beliau juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Matahari Putra Prima Tbk sejak 2019, dan Komisaris PT Matahari Department Store Tbk sejak 2020.

Beliau memulai karir profesionalnya pada tahun 1997 di Sun Microsystems, Inc. Pada tahun 1998, beliau memimpin pengembangan perangkat lunak sebagai Group Manager di ORACLE Corporation di Amerika Serikat hingga tahun 2005. Beralih ke bidang konsultan, beliau bekerja sebagai Konsultan Manajemen di A.T. Kearney (2007-2010). Karirnya terus berkembang ketika menjadi Managing Director di LivingSocial (2010-2012), kemudian menjabat sebagai Vice President di Telkomsel (2012-2014). Beliau kemudian menjabat sebagai CEO PT aCommerce Logistik Lestari (2014-2015), sebelum kemudian menjadi CEO Lippo Digital (2015-2016). Perjalanan kepemimpinannya mencapai puncaknya dengan perannya sebagai CEO PT Visionet International/OVO dari (2016-2019).

Adrian Suherman memiliki latar belakang pendidikan di bidang teknologi dan manajemen bisnis. Beliau meraih gelar Master of Business Administration (MBA) jurusan Corporate Strategy and Operations dari European Institute for Business Administration (INSEAD), Prancis, pada tahun 2006. Sebelumnya, beliau telah meraih gelar Master of Science (MSc) jurusan Electrical Engineering dari Stanford University, Amerika Serikat, pada tahun 1997, setelah memperoleh Bachelor of Science (BSc) jurusan Computer Engineering dari University of Arizona, Amerika Serikat, pada tahun 1995.

Fendi Santoso

Chief Financial Officer
Fendi Santoso
Chief Financial Officer

Fendi Santoso, 46 tahun, merupakan warga negara Indonesia dan berdomisili di Jakarta.

Selain menjabat sebagai Direktur Perseroan, saat ini beliau juga menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Star Pacific Tbk sejak 2022, Presiden Komisaris Matahari Putra Prima Tbk sejak 2022, Presiden Komisaris PT Lenox Pasifik Investama Tbk sejak Juni 2025, dan Direktur PT Lippo Karawaci Tbk sejak Juni 2025 dan Komite Audit PT Siloam International Hospitals Tbk sejak Januari 2025.

Fendi Santoso merupakan Group CFO Lippo. Beliau memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di sektor private equity dan korporasi. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai CFO di PT Matahari Putra Prima Tbk - jaringan hypermarket/supermarket terkemuka di Indonesia. Beliau juga menjabat selama 4 tahun di The Abraaj Group sebagai Direktur yang membawahi beragam investasi di Asia Tenggara dan 5 tahun di Northstar Group dimana beliau terlibat dalam beberapa transaksi di berbagai sektor, termasuk sektor jasa keuangan dan bisnis-bisnis yang terlibat langsung dengan konsumen. Sebelumnya, beliau pernah menduduki beberapa posisi di Jardine Group, termasuk Astra International, Jardine Motors Group, Jardine Matheson, dan Federal International Finance.

Fendi Santoso memiliki latar belakang di bidang Teknik Industri. Beliau meraih gelar Sarjana Teknik Industri pada tahun 2001 dari Universitas Pelita Harapan.

Jerry Goei

Chief Operating Officer
Jerry Goei
Chief Operating Officer

Jerry Goei, 56 tahun, merupakan warga negara Indonesia dan berdomisili di Jakarta.

Selain menjabat sebagai Direktur Perseroan, Jerry Goei juga menjabat sebagai Komisaris PT Multi Prima Sejahtera Tbk sejak 2020, Wakil Presiden Direktur PT Matahari Putra Prima Tbk sejak Oktober 2023 dan Presiden Komisaris PT Super Ekonomi Retailindo sejak 2025.

Beliau menghabiskan total 12 tahun bersama ICI/AkzoNobel dan sempat menjabat sebagai Country Director AkzoNobel Group di Indonesia, serta sebagai Presiden Direktur dan CEO PT ICI Paints Indonesia (Dulux), anak perusahaan terbesar AkzoNobel di Indonesia. Beliau juga pernah bekerja di Accenture, American Standard, dan Sampoerna dalam berbagai kapasitas.

Jerry Goei memiliki latar belakang pendidikan di bidang teknologi dan bisnis. Beliau meraih gelar Bachelor of Science (BSc) jurusan Computer Sciences tahun 1991 dari University of Texas, Amerika Serikat, dan gelar Master of Business Administration (MBA) dari Baylor University, Texas, Amerika Serikat, pada tahun 1992. Selain itu, beliau telah menyelesaikan Executive Development Program (EDP) dari International Institute for Management Development (IMD), Lausanne, Swiss, pada tahun 2007, dan dari Institut Européen d'Administration des Affaires (INSEAD), Fontainebleau, Prancis, pada tahun 2011.

Agus Arismunandar

Chief Business Development & Investor Relations Officer
Agus Arismunandar
Chief Business Development & Investor Relations Officer

Agus Arismunandar, 60 tahun, merupakan warga negara Indonesia dan berdomisili di Jakarta.

Selain menjabat sebagai Direktur Perseroan, Agus Arismunandar juga menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan sejak 9 Juni 2025 dan Hubungan Investor di PT Lippo Karawaci Tbk sejak 2025.

Beliau mengawali karirnya di Lippo Group pada 2006 ketika bergabung di PT Matahari Department Store Tbk, dengan Head of Marketing & Promotion sebagai jabatan terakhirnya. Pada 2013, beliau bergabung dengan Perseroan sebagai Head of Investor Relations, lalu pada tahun 2019 beliau diangkat sebagai anggota Direksi Perseroan. Beliau sempat menjabat sebagai Direktur PT Star Pacific Tbk dari 2022 hingga Mei 2025 serta Presiden Komisaris PT Lenox Pasifik Investama Tbk dari 2020 hingga Juni 2025.

Beliau memiliki latar belakang pendidikan di bidang teknik dan manajemen bisnis. Beliau meraih gelar Bachelor of Science (BSc) jurusan Electrical Engineering dari California State University, Long Beach, Amerika Serikat, pada tahun 1988. Beliau kemudian melanjutkan studi dan meraih gelar Magister Administrasi Bisnis (MBA) jurusan Marketing and IT dari University of California, Davis, Amerika Serikat, pada tahun 1991.

Dion Leswara

Chief Human Resources Officer
Dion Leswara
Chief Human Resources Officer

Dion Leswara memiliki 25 tahun pengalaman dan kompetensi di bidang kemitraan bisnis strategis, manajemen dan pengembangan organisasi, strategi remunerasi, serta hubungan industrial dan ketenagakerjaan. Beliau memulai karirnya pada tahun 1996 di Grup Royal Golden Eagle (Raja Garuda Mas Internasional), dan karirnya berlanjut di Philip Morris International sejak Oktober 2002 hingga September 2015, termasuk 9 tahun penugasan sebagai Direktur Sumber Daya Manusia di berbagai negara di Asia. Beliau lalu bergabung dengan Sinarmas Agribusiness and Food sebagai Direktur Pelaksana Sumber Daya Manusia hingga September 2020.

He is an Indonesian citizen, aged 53 years old as of December 31, 2025. He obtained his Bachelor of Science in Business Administration from California State University, Fresno, USA. He also graduated from Human Resources Development Program of Cornell University’s School of Industrial and Labor Relations.

Raditya Pramana

Head of Digital & Partner at Venturra
Raditya Pramana
Head of Digital & Partner at Venturra

Raditya memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam berinvestasi dan memberikan saran kepada perusahaan teknologi di Asia Tenggara. Beliau merupakan Partner di Venturra, sebuah perusahaan modal ventura tahap awal yang berfokus pada investasi di perusahaan rintisan dengan pertumbuhan tinggi di Asia Tenggara. Beliau memulai karirnya sebagai profesional investasi di IMJ Investment Partners dan bertanggung jawab atas kegiatan investasi dana Jepang di Indonesia.

Raditya dianugerahi Forbes Indonesia 30 Under 30 pada tahun 2020 dan terpilih sebagai salah satu Pemimpin Muda Indonesia oleh McKinsey & Company. Raditya adalah warga negara Indonesia. Ia meraih gelar Sarjana Sistem Informasi dari Binus International University.

Sejarah MPC
Lintas Sejarah

Berdiri sejak 1975, perusahaan ini awalnya bergerak dibidang Ritel Elektronik. Saat ini, MPC telah berkembang menjadi perusahaan investasi strategis dengan cakupan bisnis meliputi segmen Ritel, Telekomunikasi, Multimedia dan Teknologi (TMT), serta Bisnis dan Investasi Lainnya.

MPC telah memperluas jangkauan bisnisnya ke berbagai wilayah di Indonesia, memperkuat daya saingnya dengan cakupan pasar terluas di tanah air.

1975
Pendirian Multipolar (MPC) sebagai perusahaan yang berfokus pada penyaluran produk elektronik

1982
MPC menjadi pelopor komputerisasi di industri perbankan dan keuangan

1986
IBM menunjuk MPC sebagai mitra bisnis pertama di Indonesia

1989
MPC menjadi perusahaan TI pertama yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (sebelumnya disebut Jakarta Stock Exchange)

1996
1st Rights Issue

1997
2nd Rights Issue

2005
3rd Rights Issue

2006
4th Rights Issue

2010
5th Rights Issue
Penggabungan Nilai Nominal Saham

2012
PT Matahari Pacific dan PT Nadya Putra Investama mengakuisisi sebagian besar aset MPPA

2013

  • Penerbitan Exchangeable Rights kepada Temasek Holdings Pte. Ltd. yang dapat ditukarkan dengan saham di MPPA
  • Kepemilikan saham di PT Matahari Department Store Tbk (MDS) sebesar 20,48%
  • Penawaran Saham Perdana PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) yang tercatat di BEI
  • Penerbitan Obligasi US$200.000.000 dengan peringkat B+ dari Fitch dan S&P

2014
Pelunasan Obligasi tambahan Senilai US$30.000.000 dengan peringkat B+ dari Fitch dan S&P

2017

  • Pelunasan obligasi senilai US$230.000.000
  • Fasilitas pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebesar US$250.000.000

2018

6th Rights Issue

2020

Akuisisi PT Multi Prima Sejahtera Tbk sebesar 81,71%

2021
MPC melakukan pembelian kembali saham. Pelaksanaan pembelian kembali saham sampai dengan tanggal 20 Januari 2023.

2022
7th Rights Issue

Milestones
1975
1986
1996
2005
2010
2013
2014
2018
2021
1975
1986
1996
2005
2010
2013
2014
2018
2021